MALUKUnews, Ambon: Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku didesak segera menuntaskan kasus korupsi proyek pasar Geser di Kabupaten SBT yang diduga pembangunannya fiktif.

Desakan ini menyusul dibentuknya tim penyidik baru guna melakukan penyelidikan lanjutan dari tim sebelumnya. Tokoh Pemuda SBT, Hanafi Runbouw, kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (9/5) menandaskan, dengan dibentuknya tim penyidik baru itu, berarti proses penyelidikan terhadap kasus pasar Geser kembali dilakukan setelah sebelumnya sempat “karam”.

Ia mengatakan, tim yang sudah dibentuk harus secepatnya menyusun agenda pemeriksaan dan memanggil pihak-pihak terkait yang diduga terlibat dan tahu soal proyek dimaksud.

“Ini kan sudah dibentuk tim baru. Tim ini harus segera bekerja dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Ini kasus lama, itu berarti sudah ada tahapan awal oleh tim lama, sehingga dalam mempelajari berkas kasus ini, tim baru sudah punya gambaran untuk melakukan tahapan dan agenda pemeriksaan,” tandas Runbouw.

Menurutnya, tim yang baru ini harus benar-benar serius dan proaktif dalam menuntaskan kasus pasar geser. Sebab ditakutkan tim yang sudah dibentuk bernasib sama dengan tim yang lama.

“Selaku masyarakat dan tokoh pemuda SBT, tidak banyak yang kami minta dan harapkan. Kami hanya menuntut agar tim yang sudah dibentuk segera tuntaskan kasus ini dan jerat orang-orang yang diduga terlibat,” tukas Runbouw.

Untuk diketahui, Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Sulistyono membentuk tim penyidik baru penyelidikan kasus dugaan proyek pembangunan pasar fiktif di Kabupaten SBT, yang diketuai Kasubdit III Tipikor, Kompol Takdir Matanatte.

“Untuk pasar fiktif Geser tim sudah saya bentuk yang baru, diketuai oleh Kasubdit Tipikor dan penyidiknya itu Kompol Wattimena dan kawan-kawan. Sudah saya tanda tangan sprintnya. Tim ini akan melanjutkan penyelidikan tim yang lama karena orang-orang lama kan banyak yang pindah yakni mutasi keluar maluku,” jelas Sulistyono kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Jumat (2/5).

Proyek pasar Geser dibiayai APBD 2011 senilai Rp 2,8 milyar. Kendati fiktif, Pemerintah Kabupaten SBT kembali mengalokasikan dana Rp 1 milyar lebih untuk biaya perawatan pasar. Padahal, tidak ada pasar yang dibangun

Kasus ini sudah diusut kurang lebih setahun, namun berjalan di tempat. Penyidik yang dipimpin Sulistyono pernah menggelar ekspos pada Selasa (24/9) tahun lalu di Kantor Ditreskrimsus, Mangga Dua. Kesimpulan ekspos tersebut, kasus ini akan diperdalam lagi. (Siwa5)