MALUKUnews, Ambon: Ketua Panwaslu Seram Bagian Timur (SBT), Saleh Tianotak, patut diancungi jempol dalam malaksanakan tugasnya sebagai pengawas Pemilu di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pasalnya, Tianotak tak pernah kompromi atas tindak kejahatan yang dilakukan oleh para caleg maupun penyelenggara Pemilu mulai dari tingkat KPPS hingga KPU kabupaten. Bahkan penguasa di SBT seperti bupati dan jajarannya pun berpikir dua kali jika mau intervensi pekerjaan Panwaslu yang ada di ujung pulau Seram itu.

Sikap keras Ketua Panwaslu SBT, Saleh Tianotak ini, perlu menjadi contoh untuk semua angota Panwaslu yang ada di Maluku untuk tidak mudah diintervensi oleh pihak manapun.

Menurut catatan Malukunews.co, tercatat dalam pemilihan legeslatif kemarin, Panwaslu SBT telah mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 14 TPS. Rekomendasi ini dikeluarkan menyusul adanya temuan pelanggaran. Bahkan Tianotak mengancam, jika KPU SBT mengabaikan rekomendasi tersebut maka akan dilaporkan langsung ke DKPP di Jakarta.

“Rekomendasi yang kita keluarkan itu bukan dibuat-buat, saat ini seluruh bukti telah kita kantongi. Saya katakan KPU melanggar kode etik namanya kalau tidak menggelar pemungutan suara ulang,” ujar Tianotak dengan tegasnya. (Qin)