MALUKUnews.co, Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengatakan, sejumlah kepala sekolah SMA/SMK di Maluku dimutasi maupun dicopot karena terkait temuan ada dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Demikian yang disampaikan gubernur seperti dikutif dari salah satu media lokal di Maluku, Sabtu (03/04).

Gubernur Murad kemudian menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Provinsi Maluku, Dr. Insun Sangadji, untuk segera membuka hasil audit dana BOS yang bermasalah itu. “ Sikap ini saya ambil sekaligus akan menjawab spekulasi soal mutasi sejumlah kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMA yang dinilai bermuatan like and dis like,” ujar Murad.

“ Jadi saya tegaskan, mutasi atau dicopot para kepsek itu bukan soal like and dis lake atau politik. Tidak sama sekali, mereka dicopot atau diganti karena bermasalah dengan pengelolaan dana BOS. Itu saja yang saya tergaskan," cetus Murad.

Mantan Kapolda Maluku ini, mengatakan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Maluku, langkah Kadis ibu Insun Sangadji, mencopot dan menempatkan pelaksana tugas bagi kepsek yang bermasalah dengan pengelolaan dana BOS adalah langkah maju yang patut diapresiasi. (Mar)