MALUKUnews, Ambon: Pemuda Muhammadiyah Wilayah Maluku menggelar Musyawarah Wilayah ke-VII. Acara pembukaan Muswil ini berlangsung di aula SMK Muhammadiyah di Wara, Ambon, Sabtu (20/02).

Pembukaan Muswil ini di hadiri Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadyah, Mukayat Al Amin, Pimpinan Wilayah Muhammadyah (PWM) Maluku, Abdullah Merasabesy, Pimpinan Daerah Muhammadyah (PDM) Kota Ambon, Ketua KPU Provinsi Maluku, Ketua Komisioner Bawaslu Provinsi, Ketua Bawaslu Seram Bagian Barat (SBB) dan Pengurus Pemuda dari 11 Kabupaten/Kota se Maluku serta para OKP.

Ketua Pemuda Muhammadyah Wialyah Maluku, Reza Bahaweres, dalam sambutannya, mengatakan, kondisi belakangan ini kita lihat ada upaya-upaya yang kerap memecahkan rasa persaudaraan dan persatuan di antara sesama anak bangsa. Ini tentunya perlu kita tandai dengan hal-hal yang menujurus ikatan sosial kita.

Ada buzer-buzer yang kemudian suka mengacau kondisi bangsa saat ini, bahwasannya kita hidup ini untuk bergembira dengan berbagai perbedaan yang kita miliki. Indonesia merdeka karena ada perbedaan. “ Muhammadiyah dalam mengembirakan dakwah ini sudah biasa berdakwa secara santun," ujar Bahaweres dalam sambutannya itu.

Lanjut Reza, baru-baru ini kita dengar ada imformasi yang menyudutkan salah mantan Ketua Umum Muhammadyah, Din Syamsudin. Tuduhan radikal terhadap Din Syamsudin itu luar biasa. Tuduhan itu fitnah. “ Tidak sekali pun pak Din melakukan gerakan-gerakan radikal, justru beliau itu adalah orang yang sangat menghargai teloransi, dan dimasa kepemimpinannya mampu mencetuskan namanya kerukunan antar umat beragama itu," pungkas Reza.

"Tentunya kami dari Angkatan Muda Muhammadyah (AMM) tidak tinggal diam, Ketua PP Muhammadyah, Cek Nanto, sudah mengambil langkah-langkah bersama teman-teman DPD se-Indonesia untuk memperjuangkan masalah ini sampai titik dara pengabisan," tegas Reza. (Hasrat)