MALUKUnews.co, Ambon: Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Kristen Niniari, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, mengaku tidak mengetahui maupun mengenal sosok Gubernur Murad Ismail. Itu terjadi saat kunjungan Danrem 151 Binaya ke wilayah tersebut, akhir pekan lalu.

Seperti dikutif dari cnnindonesia.com, Senin (11/10), respon para siswa ini bermula dari Danrem 151 Binaya, Brigader Jenderal TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bertanya pada siswa itu terkait sosok Gubernur Maluku, namun siswa memilih diam dan mengaku tak mengenal Gubernur Murad Ismail. https://www.cnnindonesia.com/nasion­…­rga-tak-kenal-gubernur-murad-ismail

"Kenal sama gubernur Maluku siapa namanya?" tanya Danrem kepada siswa di Walang Belajar, Sabtu (09/10), petang. "Tidak mengenal," jawab para siswa secara beramai-ramai seperti yang diberitakan cnnindonesia.com.

Sontak jawaban para siswa itu mengundang gelak tawa rombongan bupati dan sinode saat mendengar jawaban siswa. Lebih lanjut, siswa mengaku hanya mengenal Danrem Brigadir Jenderal TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akarena, Ketua Sinode Elifas Tomix Maspaitella dan Presiden RI Joko Widodo.

Warga setempat Alex mengaku warga di pedalaman pulau seram tak mengenal sosok mantan Kakor brimob tersebut. Sosoknya, kata dia belum begitu pamiliar karena tak pernah menemui warga di pelosok desa terpencil.

Ia pun berterima kasih kepada Danrem 151 Binaya dan Bupati Seram Bagian Barat yang sudah meninjau Desa Niniari. Saat ini, kata dia, warga hanya membutuhkan infrastruktur jalan sebagai akses utama untuk menolong orang sakit.

Sebelumnya seorang ibu hamil sempat meninggal dunia setelah ditandu sejauh 10 kilometer mencari puskesmas viral di media sosial.

Nyawa sang ibu hamil tak sempat tertolong setelah ditandu melewati tebing gunung lembah dan menyeberangi sungai. Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Timotius Akarena mengatakan kehadirannya di Desa Niniari sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap desa di pedalaman Pulau Seram.

Warga pun diminta tak perlu khawatir. Dia mengklaim pemkab sudah memprioritaskan pembangunan jalan dari Desa Riring menuju Desa Niniari pada 2022 menatang.

"Kami sudah memasukkan di APBD 2022, jalan segera dibuka agar memudahkan warga Niniari," ujarnya saat meresmikan Walang Belajar Desa Niniari Koramil 1502-06 Taniwel, Sabtu (9/10) petang. (MN/cnnindonesia.com)