MALUKUnews, Ambon: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan tsunami Maluku Utara (Malut) yang dikeluarkan saat gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah itu, Jumat (15/11), pukul 01.17 WIT, dini hari.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan peringatan tsunami akibat gempa di Maluku Utara dicabut. Meski demikian, warga tetap diimbau mewaspadai gempa susulan.

" Masyarakat diimbau kembali ke tempat masing-masing. Namun, diimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan. Jadi yang diwaspadai adalah gempa-gempa susulan. Bukan tsunami, karena sudah berakhir," kata Diwkorita di kantor BMKG, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Dwikorita mengatakan ada 28 gempa susulan yang terjadi. Yang paling besar bermagnitudo 5,9.

"Diperkirakan gempa susulan akan tetap terjadi," ucap Dwikorita.

Dia juga mengimbau warga mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui situs resminya. Dia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas kebenarannya.

"Sekali lagi, jangan mudah terpengaruh isu tak bertanggung jawab," ucapnya. ( Red/detik.com)