MALUKUnews, Ambon: Voice of Amerika (VoA) media yang bermarkas di Washington DC Amerika Serikat bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar program “VOA Goes to Campus with AJI” mendorong literasi media pada mahasiswa dengan pendekatan jurnalisme kontemporer.

Kegiatan webinar dengan tajuk Memperkuat Literasi Media di Era Digital: Pengalaman Amerika dan Indonesia” kali ini menyasar perguruan tinggi dikawasan Indonesia Timur, Universitas Pattimura (Unpatti) sebagai mitra kerjasama.

Sebelumnya program VOA Goes to Campus with AJI telah yang menyasar sejumlah universitas dikawasan Indonesia Tengah, dan kawasan Indonesia Barat yaitu Jawa dan Sumatera dengan tujuan untuk mengetahui dampak positif dan negatif disrupsi informasi di era digital, arti penting jurnalisme di era tsunami informasi, dan pengalaman kampus untuk memperkuat literasi media digital.

Webinar ini diikuti peserta sebanyak 166 orang dari latar belakang mahasiswa dan dosen lingkup Unpatti hingga praktisi media yang berlangsung virtual melalui zoom meeting, Sabtu (09/10).

Kegiatan ini merupakan rangkaian VoA Goes to Campus with AJI, yang memadukan Webinar dan Workshop Jurnalistik Digital dengan sasaran memberikan pengetahuan pada mahasiswa tentang disrupsi informasi di era digital. Membantu mahasiswa menghasilkan konten kreatif yang akurat dan beretika tentang pandemi Covid-19, dan Mendorong penguatan literasi media di lingkungan kampus.

Kegiatan webinar ini ikut menghadirkan Pembicara diantaranya Vina Mubtadi (Multimedia International Broadcaster VOA Indonesia), Eva Mazrieva (Multimedia Journalist VOA Indonesia), Said Lestahulu, M.Si (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UnPatti) dan Abdul Karim Angkotasan (Redpel Rakyat Maluku, Komisioner KPID Maluku).

Turut juga memberikan pengantar pada sesi pembukaan dalam webinar ini adalah : Ade A. Kidwell ( VOA Indonesian Service Chief), Ika Ningtyas (Sekjend AJI Indonesia ) dan Prof. Dr. M.J. Saptenno, S.H, M.Hum (Rektor Universitas Pattimura).

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan webinar, rector Unpatti, Prof. M.J Saptenno menyampaikan pentingnya peranan media dalam suatu negara, karena media berperan penting dalam mendidik masyrakat termasuk juga pemerintah, membangun suatu bangsa menjadi bangsa yang besar dan turut memberdayakan masyarakat. Betapa pentingnya media dalam menyalurkan informasi kepada masyarakat, sehingga kehadiran media saat ini sulit dibendung karena orang dengan mudah membuat dan menyebarkan informasi dengan cara apa saja.

“ Sehingga ini butuh kemampuan media dalam hal ini juga AJI bagaimana memberdayakan sumberdaya manusianya dalam menyampaikan informasi yang diterima public dengan jelas, sebab dalam kenyataanya di masyarakat khususnya kelas bawah sulit sekali membedakan mana berita yang benar dan mana berita hoax, “ ujarnya.

Rector berharap dengan webinar ini ada hal penting yang dia istilahkan bahwa dibelakang media itulah seorang mampu mengarahkan pelurunya (pena) kemana dan peluruh itu diarahkan sangat tergantung pada audience yang akan diberikan.

Menurutnya, saat ini tidak sulit mengarahkan peluruh itu karena semua orang mempunyai peluru dengan berbagai jenisnya dan dari situ dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kepentingan ekonomi semata ketimbang kepentingan melihat bahwa dalam kehidupan social itu ada persoalan etika dan moral, karena dari situ akan lahir orang –orang yang bertanggungjawab bagi pembangunan bangsa dan negara.

Dan universitas juga mempunyai fungsi penting untuk menginformasikan hal yang positif yang punya nilai moral dan etika sehingga dari situ masyarakat dapat percaya bahwa universitas adalah lembaga yang independent yang punya tanggungjawab moral akademik untuk menyampaikan informasi yang benar-benar tidak untuk kepentingan ekonomi semata tetapi juga untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu Ade A. Kidwell (VOA Indonesian Service Chief) mengatakan wbinar kali ini dapat meningkatkan literasi media menghadapi arus disinformasi yang menjadi dissrupsi terhadap informasi yang begitu deras di era digital ini. Pertumbuhan digital seluruh dunia ini sangat pesat dalam kurun dua tahun terakhir ini. Dari data menyebutkan 6 dari 10 orang diseluruh dunia saat ini menggunakan internet atau sejumlah 4,7 miliyar netizen seluruh dunia menggunakan internet, tentu banyak sekali.

“ Secara global kita menghabiskan tujuh jam sehari untuk online, sementara di Indonesia angkanya Sembilan jam perhari, jadi lebih tinggi dari rata-rata, luar biasa. Penetrasi internet di indonesi tahun ini mencapai lebih dari 70 persen, dan tidak bisa disangka lagi peran media digital dan media social dalam kehidupan kita sehari hari ini sangant besar,” sebutnya.

Sementara itu dalam pembukannya Sekjend AJI Indonesia, Ika Ningtyas menyampaikan Indonesia saat ini menempati rangking ketiga sebagai pengguna internet terbanyak setelah China juga India, ini menempatkan Indonesia dengan pengguna internet yang cukup besar. Selain menggunakan internet sebagai alat komunikasi juga digunakan untuk mengakses media social.

“ Nah sayangnya kalau kita lihat hasil survei terakhir terkait indeks literasi digital, ternyata orang Indonesia itu angkanya dimedium sedang yaitu 3,47 dari 5. Skor terendah (3,17 dari 5) ada pada aspek literasi pengolahan informasi dan data, “ terangnya.

Salah satu upaya untuk mengatasi disrupsi informasi tersebut, adalah dengan meningkatkan literasi media digital pada mahasiswa. Sebab, mahasiswa sebagai generasi muda adalah salah satu populasi pengguna internet terbanyak di Indonesia. Keunggulan lainnya, mahasiswa telah dilatih berpikir kritis dan lebih melek menggunakan teknologi internet.

Peningkatan literasi media tersebut bisa dilakukan dengan membekali mahasiswa dengan kemampuan memproduksi konten kreatif yang sesuai fakta dan etika. Dengan demikian mahasiswa dapat berkontribusi membantu publik menyediakan informasi yang akurat.

Kegiatan VoA Goes to Campus with AJI dalam rangka penguatan literasi digital ini akan dilanjutkan dengan rangkaian program berupa workshop yang akan digelar pada tanggal 15 – 17 Oktober 2021 mendatang.(MN-HK)