Oleh: Hendrik Lewerissa, S.H, LL.M ( Anggota DPR RI, Dapil Maluku )

MALUKUnews, Ambon: Hari ini, 1 Oktober 2020, beta telah menjalani satu tahun pengabdian sebagai Anggota DPR RI mewakili rakyat dan daerah Maluku. Dari 575 Anggota DPR RI, 4 Anggota adalah perwakilan dari Maluku.

Sebagai wakil rakyat Maluku di Senayan, tanggung jawab politik yang beta emban adalah memperjuangkan kepentingan rakyat dan daerah Maluku di lembaga legislatif tersebut.

Tidak mudah memperjuangkan kepentingan Maluku di pusat kekuasaan negara di Jakarta. Jumlah wakil rakyat Maluku yang hanya 4 orang terlalu sedikit untuk ukuran lembaga negara sebesar DPR RI.

Di DPR RI ada 11 Komisi dan sekian alat kelengkapan dewan yang ada. Untuk komisi saja, ada 7 komisi yang tidak diisi oleh wakil rakyat dari Maluku, sehingga ada banyak sektor pembangunan yang tidak dapat diperjuangkan secara maksimal oleh wakil Maluku di DPR RI. Suatu kondisi yang bisa dimaklumi, karena jumlah kami terbatas.

Meskipun demikian, beta harus menyampaikan apresiasi kepada rekan seperjuangan, Bapak dan Ibu Anggota DPR RI dan DPD RI dari Daerah Pemilihan Maluku. Soliditas dan kekompakan kami untuk berjuang bagi kepentingan Maluku adalah syarat ideal, karena hanya dengan kondisi yang demikian masing-masing kami bisa memberi kontribusi positif bagi Maluku.

Masih banyak hal yang harus diperjuangkan bagi Maluku. Sebagai daerah gugus pulau, ketersambungan transportasi darat, laut dan bahkan udara untuk menghubungkan berbagai wilayah di Maluku masih menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan perluasan bandara di seluruh Kabupaten dan Kota sangat diperlukan selain tersedianya kapal kapal penumpang yang melayani rute rute pelayaran yang ada di Maluku.

Selain infrasrtruktur transportai, pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan harus juga menjadi prioritas karena pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu pendidikan masih perlu mendapat perhatian serius.

Yang tidak kalah pentingnya adalah memperjuangkan pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki untuk memberi manfaat yang nyata bagi rakyat dan daerah Maluku. Kekuatan sumber daya alam Maluku ada di sektor perikanan, pertanian, pertambangan dan pariwisata. Pengelolaan sumber daya yang adsnini hsrus biss menyerap tenaga kerja lokal yang banyak agar dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan serta dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Faktor penentu percepatan pembangunan di Maluku adalah soal anggaran. Anggaran belanja pembangunan masih sangat tergantung kepada dana transfer dari pusat.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di Maluku masih sangat kecil dan belum bisa diandalkan sebagai tulang punggung bagi anggaran pendapatan dan belanja di Maluku, baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

Kondisinya semakin sulit saat ini karena pandemi Covid-19 yang berimplikasi sangat serius bagi pertumbuhan ekonomi. Kita akan melewati masa sulit ini paling kurang untuk kurun waktu beberapa tahun ke depan. Ini tidak mudah, tapi realitas itu harus kita hadapi bersama.

Maluku patut bersyukur karena ditengah kebijakan realokasi dan refokusing anggaran belanja yang ada, pemerintah pusat telah menetapkan alokasi anggaran untuk pembangunan Lumbung Ikan Nasional (LIN) sebesar Rp. 1,5 triliun bagi Maluku. Semoga pemerintah daerah dapat mengimplementasi program LIN secara baik dan hasil nyatanya bisa dirasakan langsung oleh rakyat dan daerah Maluku.

Sebagai Anggota DPR RI yang dipercayakan Fraksi Partai GERINDRA untuk menjadi Anggota Komisi VI, Anggota Badan Legislasi DPR dan Anggota Badan Pengkajian MPR, beta akan berjuang untuk kepentingan rakyat dan daerah Maluku sesuai dengan kewenangan yang konstitusional yang beta miliki.

Perjuangan politik untuk kepentingan Maluku di pusat kekuasaan hanya dapat dicapai hasilnya secara baik kalau kita kerja bersama, saling baku dukung, bukan baku kuku, laeng topang yang lain secara sinergis, terutama kebersamaan dengan pemerintah daerah.

Yang paling tahu kebutuhan di daerah adalah pemerintah daerah karena mereka yang terlibat langsung dengan urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat serta mereka yang punya data.

Oleh sebab itu marih kita saling koordinasi untuk kepentingan Maluku. Kawan-kawan saya di DPR seringkali diajak rapat bersama pemerintah daerah mereka, sinerginya bagus sekali. Berjuang bagi Maluku harus berjuang bersama, harus kolektif.

Masih panjang perjalanan ini, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan. Untuk itu, beta mohon dukungan dan topangan doa dari basudara samua agar amanah ini dapat beta jalani dengan baik. Kiranya Tuhan Yang Maha Pengasih senantiasa menyertai kita semua dan senantiasa menyertai Maluku. (***)