MALUKUnews, Ambon: Program Studi (Prodi) Teknik Geologi Universitas Pattimura menyelenggarakan Webinar ke 2 dengan tema: “Mengelola Sumber Daya Geologi dari Indonesia Timur Untuk Bangsa ”.

Webinar ini merupakan salah satu kegiatan implementasi kerjasama antara Universitas Pattimura (Unpatti) dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB yang bertujuan untuk meningkatkan networking dan kompetensi dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Unpatti melalui knowledge sharing dengan para pakar dan praktisi di bidang Teknik Geologi, dan dilaksanakan pada tanggal 26 September 2020.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Unpatti yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Universitas Pattimura berupaya untuk terus meningkatkan kualitas akademik dengan penyelenggaraan webinar-webinar yang terkait dengan keilmuan.

Disampaikan pula bahwa Prodi Teknik Geologi menjadi embrio bagi rencana pembukaan Fakultas Teknik Kebumian dan Energi Terbarukan, sehingga membutuhkan dukungan semua stakeholder termasuk Institut Teknologi Bandung. Lanjut dikatakan, Universitas Pattimura juga terus berupaya untuk mempercepat tenaga-tenaga yang handal untuk pengelolaan industri hulu dan hilir di Blok Masela yang akan menjadi blok migas terbesar.

Erfin Elly, S.Si, M.Eng – Staf Dosen Teknik Geologi Unpatti menjadi moderator untuk webinar yang dengan narasumber : Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D (Guru Besar Teknik Geologi ITB) dengan topik “Potensi Migas di Indonesia Bagian Timur”; Sukmandaru Prihatmoko, M.Econ. Geol (Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia atau IAGI) dengan topik “Potensi Mineral di Indonesia Bagian Timur”.

Isu yang dibahas dalam webinar ini sangat strategis karena memberikan pemahaman tentang potensi migas dan mineral di wilayah Indonesia Bagian Timur, struktur geologi dari lokasi yang memiliki potensi itu, serta tantangan untuk ekplorasi maupun eksploitasinya.

Menurut Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D, “beberapa daerah (di Indonesia Bagian Timur) memiliki jebakan struktural besar yang memungkinkan untuk target eksplorasi lebih lanjut; tetapi sebagian besar berada di laut dalam. Oleh karena itu akan tergantung pada harga minyak/gas dan/atau insentif pemerintah”. Lebih jauh disampaikan pula bahwa “model Tektonik dan Paleogeografi yang baru mengusulkan area yang mungkin untuk eksplorasi lebih lanjut”, akan tetapi “perlu lebih banyak eksplorasi dan pengumpulan data dasar geologi. Namun demikian, pemerintah juga perlu lebih memberikan perhatikan dalam pengendalian masalah sosial”.

Ir. Sukmandaru Prihatmoko, M.Econ. Geol menambahkan bahwa wilayah Indonesia Bagian Timur masih sangat menarik untuk promosi target eksplorasi termasuk mineral non-konvensional. Menurut beliau, eksplorasi diperlukan untuk mengetahui seberapa besar kekayaan Indonesia khususnya sumber daya mineral. Untuk Maluku, daerah magmatika berpotensi di wilayah Pulau Seram dan Buru disamping beberapa jalur di selatan Maluku sehingga mineral berpotensi untuk ditemukan disana;

Kegiatan ini mendapat antusias yang tinggi dari berbagai kalangan. Peserta yang mengikuti webinar berjumlah 170 orang meliputi dosen, mahasiswa, praktisi Bidang Geologi, dan umum. Pertanyaan- pertanyaan yang diajukan peserta adalah sangat spesifik dengan topik bahkan untuk lingkup wilayah Maluku.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengukuhan Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Periode 2020-2023 oleh Ketua Umum IAGI.

Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. M. J. Saptenno, SH., M.Hum dalam sambutan penutupnya mengharapkan supaya pemikiran-pemikiran yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk menunjang pengelolaan sumber daya alam terutama yang ada di Maluku.

Lanjut dikatakan untuk penyelenggaraan dan pengembangan Program Studi Teknik Geologi, maka kegiatan-kegiatan seperti ini memberikan implikasi masa depan yang baik. Webinar ini adalah salah satu cara mensosialisasikan kepada masyarakat tantang bentuk nyata implementasi kompetensi lulusan dari program studi ini.

Disamping itu, sebagai bukti kinerja pengelola program studi dan unpatti kepada pemerintah, dan berkontribusi bagi akreditasi program studi dan animo masyarakat untuk kuliah. (Humas Unpatti )