MALUKUnews, Ambon: Ratusan warga Kota Tual, menyegel secara adat (sasi) sejumlah kantor pemerintah setempat, Jumat (12/12/2014) malam. Sasi dilakukan dengan cara memasang janur kuning yang diikat di kayu dan diletakan tepat di depan gerbang masuk setiap kantor.

Sasi ini dilakukan warga untuk memprotes penunjukan caretaker Wali Kota Kota Tual yang diusulkan Gubernur Maluku Said Assagaff kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, pekan kemarin.

Pengusulan caretaker Wali Kota Tual dilakukan setelah status Wali Kota Tual, M.M Tamher menjadi terdakwa dalam kasus korupsi dana asuransi DPRD Maluku Tenggara periode 1999-2004. Dia berstatus terdakwa sejak 28 November 2014 saat berkasnya dilimpahkan Kejaksaan Tinggi Maluku ke Pengadilan Tipikor Ambon.

Sejumlah kantor di lingkup Pemerintah Kota Tual yang di-"sasi: warga adalah, Kantor Wali Kota Tual, Kantor DPRD Tual, Kantor Camat Dula dan sejumlah kantor dinas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, selain menolak caretaker, sasi itu sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran Gubernur yang dijadwalkan akan berkunjung di Kota Tual, hari ini, Sabtu (13/12/2014).

“Sasi dilakukan warga untuk menolak caretaker yang diusulkan Pemerintah Provinsi dan kehadiran Gubernur Maluku di Kota Tual hari ini,” ungkap Rustam, salah seorang warga Kota Tual saat dihubungi, Sabtu pagi.

Kepala Polres Maluku Tenggara, AKBP Muhammad Rum Ohoirat saat dihubungi membenarkan adanya penyegelan yang dilakukan oleh warga. “Benar Pak saat ini sedang dilakukan sasi di sejumlah instansi pemerintahan termasuk Kantor Wali Kota, Kantor DPRD dan juga sejumlah kantor dinas di lingkup Pemerintahan Kota Tual,” ujar dia.

Dia mengatakan, warga juga sempat melakukan sasi terhadap jembatan penyeberangan Watdek yang menghubungkan Kota Tual dengan Kabupaten Maluku Tenggara. Beruntung polisi berhasil menghalau aksi warga tersebut.

“Sasi itu dilakukan tanpa koordinasi dengan polisi. Tadi mereka (warga) juga hendak melakukannya di jembatan penyeberangan Tual Maluku Tenggara dan sejumlah pelabuhan, namun kita menghalau mereka,” kata Mantan Kapolres Aru itu.

"Tadi suasananya sempat lain (tegang) saat warga berusaha merebut jembatan Watdek, tapi kita halau,” ujar dia. “Namun situasi tetap dapat dikendalikan dan tidak mengganggu kondisi keamanan di Kota Tual,” sambung dia. (kompas.com)